Tempat Berbagi Ilmu dan Pengalaman Pustaka Bahasa

Sabtu, 09 Januari 2010

Sahabat

 oleh : Hanif Al-Khansa


Aku bergegas menyeberangi pagar kampus. Hari ini batas waktu terakhir pembayaran uang kuliah. Aku mengumpat dalam hati, kenapa pelupaku muncul untuk hal sepenting ini?
Beberapa sapaan teman-teman kujawab sambil lalu. Dari jauh aku melihat loket pembayaran hampir ditutup. Last minute, aku berhasil sampai tepat waktu. Saat aku berbalik, aku hampir menabrak cowok yang tengah memungut kertas-kertas dan peralatan tulisnya yang berantakan di lantai. 
"Mbak, kalo jalan liat-liat dong…" sungutnya.

Berzikirkah Aku…..

 oleh : Hanif Al-Khansa

Air, udara, dan tanah berzikir
Akar yang tertanam,dedaunan yang luruh jatuh berzikir
Alam raya tak berbatas berzikir
Ruas-ruas tulang dan rambut sarafku ikut berzikir
setiap jiwa mukmin pun berzikir
namun…..
berzikirkah aku…

Bacalah Aku

oleh : Hanif Al-Khansa


Bacalah aku
Bacalah dengan segenap nafasmu
dalam lupa
dalam jaga
dalam setiap denyut yang mengaliri nadi
pada setiap mula yang mengakiri
pada setiap akhir yang mengawali

Azan Memanggil

 

oleh : Neno Warisman

Azan memanggil
Tidakkah Kau gigil
Dikabarkan pada kita
Akan kemenangan hari akhir

Azan memanggil
Segera menepi ke pinggir
Yang terus berkebutan dengan dunia
Biarkan berlewatan berkejaran sementara

Pedagang kaki lima


Sepanjang pinggiran jalan raya tak jarang kita temui bermacam-macam para pedagang kaki lima yang menjajakan barang dagangannya. Dari mulai terbit fajar hingga ketika matahari kembali ke peraduannya pun mereka masih tetap ada di tempat tersebut. Wajar saja jika mereka memilih untuk memutuskan menjadi pedagang kaki lima di pinggiran jalan,

Karya Ilmiah

Karya Ilmiah
adalah suatu bentuk laporan yang duat
struktur penulisan karya ilmiah :
A. Bagian Pendahuluan
a. Halaman judul
b. Halaman pengesahan
c. Halaman persembahan



Taburan Kedengkian

Wahai pemilik hati yang bertabur dengki
Yang selalu menyemburkan hawa panas perselisihan
Yang selalu keruh oleh noda kebencian
Sampai kapan ‘kan terus menabuh genderang permusuhan
Sampai kapan kan terus membunyikan sirine kebencian



Haruskah dendam berbalut kebencian
terus menjadi hiasan maut hati
kapankah taburan dengki itu
berganti singgasana bertahtakan cinta

kini...
hidup penuh cinta kasih
hanyalah sebuah mimpi belaka
dunia t’lah diwarnai carut-marut permusuhan
ungkapan kedengkian trus meluncur bagai peluru
hujan kedengkian tlah mengguyur permukaan hati
bukan segar menyejukkan yang didapat namun..
lahar panas perselisihan yang membara

bangunlah dari tidur panjang
buka mata tuk melihat cahaya
bangun dan buatlah
sebuah jembatan cinta
yang kan menyatukan hati-hati bertabur dengki
rasa cinta kan terus bersemi didalam hati
yang takkan pernah layu
takkan membuat hati pilu

bentangkan jembatan cinta
singkirkan awan panas kedengkian
pudarkan lahar panas permusuhan
dengan angin lembut cinta kasih
yang membumbung ke angkasa